World Bank: Ekonomi RI 2026 Diprediksi Stagnan!

JAKARTA: Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tetap di level 5% pada 2026, sama dengan proyeksi pertumbuhan hingga akhir tahun ini.

Lead Economist for the World Bank Indonesia and Timor-Leste, David Knight, mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini mendapat dukungan dari permintaan domestik yang resilien, serta stimulus dan kinerja ekspor yang meningkat.

Namun peningkatan kinerja ekspor itu, kata Knigth, hanya bersifat sementara dan lebih ditopang oleh faktor yang bersifat temporaldan stabilitasi perdagangan.

“Kami tidak mengantisipasi adanya pertumbuhan ekspor yang kuat di masa mendatang, karena pertumbuhan yang terjadi belakangan ini ditopang oleh faktor one-off front loading dan stabilisasi perdagangan,” jelas Knight.

Meskipun ekonomi Indonesia pada 2026 diproyeksi tak berubah dari tahun ini, Bank Dunia menyebut peluang pertumbuhan akan terjadi pada dua tahun mendatang.

“Kami memperkirakan pertumbuhan untuk tahun ini tetap di level 5% dan meningkat tipis ke 5,2% dalam 2 tahun mendatang,” jelas Knight.

Ia menambahkan bahwa prospek pertumbuhan itu telah memperhitungkan faktor konsumsi sektor swasta yang menjadi pendorong dalam setahun terakhir. Namun tingkat konsumsinya, kata Knight, diprediksi melambat karena pasar tenaga kerja di Indonesia melemah.

Sementara itu dari sisi penanaman modal, Bank Dunia memperkirakan realisasi investasi di Indonesia akan tumbuh positif. Pertumbuhan ini sejalan dengan dukungan Danantara dan regulasi yang lebih akomodatif, serta reformasi aturan yang mendukung investasi asing.

Di sisi lain, Bank Dunia memperkirakan penerimaan negara berpotensi menghadapi tekanan dan tak memenuhi target, “dan berpotensi menyebabkan pemangkasan anggaran belanja negara.”

Berdasarkan laporan Indonesia Economic Prospcets yang dirilis Selasa (16/12) kemarin, Bank Dunia memperkirakan inflasi inti Indonesia akan berada di level 2% untuk tahun 2025 dan 2,6% untuk 2026. Sedangkan defisit fiskal melebar ke level 2,8% untuk 2025 dan 2026. (admin/idnfinancial.com)