BATAM: Pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Batam dan Bank Indonesia Perwakilan Kepri melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lingga dan Natuna dalam rangka menggali potensi kepariwisataan di wilayah kepulauan.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam dua tahap, pertama pada Agustus ke Kabupaten Lingga dan kedua, pada September ke Kabupaten Natuna. Rombongan ISEI dan BI Kepri berkesempatan melakukan diskusi terpumpun bersama Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Kabupaten.
Suyono Saputro, Ketua ISEI Cabang Batam, menjelaskan dalam kunjungan kedua kabupaten terluar di Kepri tersebut diperoleh banyak informasi seputar kondisi eksisting dan potensi kepariwisataan yang berpeluang untuk dikembangkan.
“Tapi potensi saja tidak cukup jika tidak bisa dimanfaatkan. Kami melihat ada banyak tantangan dan masalah yang masih perlu diselesaikan oleh pemerintah daerah setempat agar sektor kepariwisataan di Lingga dan Natuna bisa berkembang maju,” ujarnya.
Menurut dia, salah satu masalah mendasar yang dihadapi adalah konektivitas dan aksesibilitas. Akses menuju Lingga dan Natuna masih mahal dan menyulitkan bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Kondisi ini menyebabkan objek wisata yang ada di kedua kabupaten tersebut tidak tergarap optimal.
Dinas terkait sudah mengidentifikasi berbagai persoalan yang masih dihadapi di sektor kepariwisataan namun tantangan yang dihadapi daerah pun beragam diantaranya ketersediaan anggaran pembangunan, status lahan, dan sarana prasarana pendukung.
Di Kabupaten Lingga, dikenal sebagai pusat peradaban Melayu Riau Lingga, memiliki sejarah yang kental, namun situs sejarah yang relevan nyaris tidak ditemukan. Tidak banyak bukti sejarah Melayu yang dapat dijumpai di sana. Wisata alam di Gunung Daek sebenarnya memiliki potensi besar, namun perlu upaya terintegrasi untuk diangkat menjadi destinasi utama.
Di Kabupaten Natuna sedikit lebih maju. Wisata alamnya telah ditetapkan sebagai situs geopark oleh Pemerintah Indonesia, dan sedang dalam penilaian UNESCO sebagia salah satu situs pariwisata dunia. Namun tidak banyak informasi yang bisa digali dari geopark yang ada. Pusat informasi pariwisata hanya buka di waktu tertentu saja.
Kondisi Natuna yang menjadi basis militer RI juga dinilai tidak kondusif bagi wisatawan. Apalagi kedekatannya dengan wilayah konflik di Laut China Selatan membuat Natuna turut terimbas.
Hasil kunjungan ke dua kabupaten itu akan dirumuskan menjadi kajian singkat potensi kepariwisataan Kepulauan Riau dan ISEI Cabang Batam akan mempresentasikan hasil kajian tersebut dalam forum ekonomi Kepri yang akan dilaksanakan pada akhir tahun nanti.
“Hasil observasi lapangan tersebut menjadi dasar bagi kami untuk menyusun kajian dan hasilnya akan kami presentasikan dalam forum ekonomi akhir tahun nanti,” tandas Suyono.

